Langsung ke konten utama

Postingan

Parents and Brother

bismillah,, tak ada kata yang terindah dan tak ada kata yang kuucap untuk kalian semua iyaa mamah, papah dan kakak aku hanya punya kalian tak ada kata dan ucap lagi yang melebihi kata bangga untuk kalian ingin rasanya kembali ke masa lalu, namun tak mungkin mungkin kata dan tulisan ini sering sekali aku tulis tak tahu aku sangat kangen dengan kalian Alllah yaa Rabb aku ingin Engkau bahagiakan mereka semua, aku cinta sayang sangat dengan mereka ku titip salam rindu untuk ayah ku akutitip agar bahagiakan ayah ku di sana tempatkanlah ia di sisi Mu Hanya Engkau lah yang Maha Pengsih lagi Maha Penyayang

sekolah vs perusahaan

Okee apa perbedaan dari kedua kata itu? Iya sekolah tujuannya untuk mendidik n perusahaan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. Ketika sekolah dijadikan perusahaan bukan sbg ladang amal, apakah sekolah itu berjalan sesuai fungsi dan tujuannya? Apa yg sebenarnya arti esensi dari sekolah itu sendiri?? Apakah seorang guru hanya dijadikan babu bagi sekolah2 yg lebih meme ntingkan dirinya sendiri?? Apakah mereka nga melihat bagaimana sulitnya orang tua peserta didik mencari uang yg tujuannya untuk menyekolahkan anaknya agar lebih baik dr orang tuanya? Dmana fikiran mereka. Apa harus dgn cara seperti ini? Sekolah dijadikan PT?? Okee kalo emang seperti itu kita tunggu aja kehancuran dari sekolah itu sendiri, apakah makin maju dan keren ataukah sebaliknya? Semoga Allah memaafkan kalian semua termasuk diri ku sendiri yg nga tahu apakah itu benar atau tidak.

ABSTRAK : Internalisasi Nilai-Nilai Islami Terhadap Anak Autis (Studi Kasus Kelas 5 dan 6 SDLB B dan C di SLB Al-Gaffar Guchany Pondok Gede Kota Bekasi)

ABST R AK AMALIA SAFITRI. Internalisasi Nilai-Nilai Islami Terhadap Anak Autis (Studi Kasus Kelas 5 dan 6 SDLB B dan C di SLB Al-Gaffar Guchany   Pondok Gede Kota Bekasi). Skripsi Program Studi Ilmu Pendidikan Islam, Jurusan Ilmu Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, Juli 2013. Internalisasikan nilai-nilai Islami sangat penting bagi semua anak , baik untuk anak yang normal maupun autis.   A nak-anak yang memiliki gangguan autism e pun perlu diinternalisasikan dan dijelaskan mengenai nilai-nilai Islami kepada mereka. P enelitian ini bertujuan untuk mengetahui internalisasi nilai-nilai islami terhadap anak autis kelas 5 dan 6 SDLB di SLB Al-Gaffar Guchany. Metode yang digunakan peneliti an ini   adalah metode studi kasus . Dalam pengumpulan datanya peneliti menggunakan wawancara dan observasi. Teori yang digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini adalah teori internalisasi dan nilai-nilai Islami. Hasil penelitian ini menun...

My Encouragement

Akan bersama selamanya... iyaa inilah kalimat untuk kita semua,, iyaa kita semua Angkatan 35 Menwa UNJ berawal dari organisasi MENWA UNJ kita semua menjadi sahabat bahkan bisa disebut saudara,, awalnya tidak saling kenal menjadi saling memahami satu sama lain, saling peduli walau terkadang ada konflik, tapi itu semua bagian dari perkuatnya kita semua. kenangan beribu kenangan yang tak akan pernah terlupakan, mulai dari pendidikan hingga mulai terpencarnya ke kesibukan masing-masing kita harus tetap bersama, walau tak tahu nti kalian akan pindah ataupun nti kalian akan merantau ke negeri orang. tetaplah jaga silaturahmi ini. sukses untuk kalian semua, iyaa kita semua. untuk vivi bahagialah kamu di sana. kita akan bertemu di surga nanti, yakinn itu.. salam sukses untuk___MenwaUNJ__Angkatan35 :)) by. Amalia Safitri

Hadis Maudhui Tinjauan dari Hadis Pendidik

2.1.   Pengertian Pendidik Dalam konteks pendidikan     Islam “pendidik” sering disebut dengan murabbi, mu’allim, mu’addib, mudarris dan mursyid. Kelima istilah tersebut mempunyai tempat tersendiri menurut peristilahan yang dipakai dalam pendidikan dalam konteks Islam. Di samping itu, istilah pendidik kadang kala disebut melalui gelarnya, seperti istilah ustadz dan al-syaykh. Sebagaimana teori Barat, pendidik dalam Islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembanganpeserta didiknya dengan upaya mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik potensi afektif (rasa), kognitif (cipta), maupun psikomotorik (karsa). Pendidik juga berarti orang dewasa yang bertanggung jawab memberi pertolongan pada peserta didiknya dalam perkembangan jasmani dan rohaninya, agar mencapai tingkat kedewsaan, mampu berdiri sendiri dan memenuhi tingkat kedewasaannya, mampu mandiri dalam memenuhi tugasnya sebagai hamba dan khalifah Allah swt dan mampu melakukan tuga...