Langsung ke konten utama

ABSTRAK : Internalisasi Nilai-Nilai Islami Terhadap Anak Autis (Studi Kasus Kelas 5 dan 6 SDLB B dan C di SLB Al-Gaffar Guchany Pondok Gede Kota Bekasi)



ABSTRAK
AMALIA SAFITRI. Internalisasi Nilai-Nilai Islami Terhadap Anak Autis (Studi Kasus Kelas 5 dan 6 SDLB B dan C di SLB Al-Gaffar Guchany  Pondok Gede Kota Bekasi). Skripsi Program Studi Ilmu Pendidikan Islam, Jurusan Ilmu Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, Juli 2013.

Internalisasikan nilai-nilai Islami sangat penting bagi semua anak, baik untuk anak yang normal maupun autis.  Anak-anak yang memiliki gangguan autisme pun perlu diinternalisasikan dan dijelaskan mengenai nilai-nilai Islami kepada mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui internalisasi nilai-nilai islami terhadap anak autis kelas 5 dan 6 SDLB di SLB Al-Gaffar Guchany.
Metode yang digunakan penelitian ini  adalah metode studi kasus. Dalam pengumpulan datanya peneliti menggunakan wawancara dan observasi. Teori yang digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini adalah teori internalisasi dan nilai-nilai Islami.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai yang diinternalisasikan oleh guru ialah nilai akhlak pribadi, nilai akhlak keluarga, nilai akhlak sosial, dan nilai akhlak terhadap negara. Dari keempat nilai ini guru sudah melakukan ketiga tahapan tersebut yaitu tahap transformasi nilai, tahap transaksi nilai dan tahap transinternalisasi nilai. Namun pada akhlak sosial hanya satu bidang saja yang tidak berhasil yaitu anak-anak autis masih belum bisa bersosialisasi dengan teman-temannya dengan baik. Serta adanya perubahan-perubahan yang terjadi setelah guru menginternalisasikan nilai-nilai Islami yaitu perubahan pada ranah kognitif, afektif dan psikomotoriknya. Dari hasil penelitian tersebut peneliti menyarankan agar guru-guru selalu kreatif dalam mengajarkan anak-anak autis dan harus mencoba metode-metode yang beragam dalam mengembangkan potensi-potensi anak-anak autis.  



                                                                                             


ABSTRAK
AMALIA SAFITRI. The  internalization  of  Islamic  values to the Autistic   child  (case  study  of  class  of 5 and 6 SDLB B and C in  SLB Al-Gaffar Guchany  Pondok Gede – Bekasi City). Mini thesis - Program  of Study of  Islamic  Education  Science, Jakarta  State  University, July 2013.

To internalize the  islamic  value  is  very  important for  all children, for both  the  normal child  and  also autis. The  children  who  have  the  disorder  of autisme  also important  to  be  internalized and  be  described  about  the  islamic  value  to them.
The  purpose  of this  study  is  to  know  the  internalization  of  islamic  value   for  the  autistic  children  of  class of 5 and 6 SDLB in  SLB Al-Gaffar Guchany.
Method used  on  this  research is  case  study  method. In  collecting  of  its  data  the   researcher  use  interview  and observation . Theory  that be used  as  analysis  tool in this research is  theory  of  internalization  and  islamic  value.
The research  namely  the  internalized  value  by the  teacher  is  private  islamic  attitude   value, family  religion  attitude, social religion attitude  and   religion attitude  to  the  country.  From  four  value  teache  have ben do  all three   step  namely value  transformasion step  step  of  value transaction and  step of  value  transinternalization.But  in  social  religion    attitude. But   in  social  religion  value  is  only  one  sector  which  is  not  success  namely the  autis  child  who still  do   not  success  yet  in socialization  to  their  friends well.Also  there  are   changings    occurred  alter   teacher  internalize  the   value  of  islamic  namely  the  changing  in  cognitive  media, affective  and  its  psychomotoric.From  the   result  of   such research the  researcher  suggest  in order that  the  teacher  always  creative  in teaching  the  autis  child  and   must  try  the   various  method  in developing  the  potency of  autis chid



التجريد
أماليا سافيتري. استيعاب القيم الإسلامية عند الأطفال الموحدين (الدراسة الأحوالية في الصف 5 و 6 المدرسة الإبتدائية للمعوقين ب و ج عند مدرسة المعوقين الغفار غوجاني بوندوك غادي مدينة باكاسي). بحث علمي، شعبة علوم التربية الإسلامية، قسم الدراسات الإسلامية، كلية العلوم الاجتماعية جامعة جاكرتا الحكومية، عام 2013.
يعتبر استيعاب القيم الإسلامية لطلاب الموحدين وغيرهم من أمر مهم. والطلاب ذوي معوقات الموحدة تحتاج إلى تربية القيم الإسلامية.
ويهدف هذا البحث إلى معرفة استيعاب القيم الإسلامية عند طلاب المعوقين الصف 5 و 6 مدرسة المعوقين الغفار غوجاني.
والطريقة المستخدمة لهذا البحث هي الدراسة الأحوالية. ويتم جمع البيانات بالمقابلة والملاحظة. والنظرية المستخدمة لتحليل البحث النظرية الاستيعابية والقيم الإسلامية.
تشير نتيجة البحث إلى أن القيم التي لابد أن سيطرها المدرس هي القيم الأخلاقية الشخصية والأسرية، والاجتماعية، والحبية على الوطن. ومن هذه القيم الأربع قام المدرس بثلاثة منها هي الايصال والاحتكاك والاستيعاب. ولكن هناك مجال واحد الذي لم يكمله المدرس وهو عدم استطاعة الطلاب على القيام بالعلاقة مع زملائهم بشكل جيد. وهناك التغيرات الجيدة بعد أن قام المدرس بايصال القيم الإسلامية وهي التغير في المجال المعرفي والوجداني والحراكي.
واعتمادا على هذا الاستنتاج تمكن الباحثة التوصية: على المدرس أن يخترع في التدريس ويستخدم طريقة التدريس المتنوعة لترقية قدرات الطلاب الموحدين.

 Dikhususkan dan hadiah untuk :
Kedua Orang Tua ku dan Kakak Tercinta :))
by. Amalia Safitri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tafsir Ayat Kepemimpinan Dalam Al-Quran Tinjauan Tafsir Maudhu’i

Tafsir Ayat Kepemimpinan Dalam  Al-Quran Tinjauan Tafsir Maudhu’i Oleh: Amalia Safitri Ilmu Pendidikan Islam  Abstak Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang tafsir ayat kepemimpinan dalam Al-Quran tinjauan tafsir maudhui. Metode yang digunakan dalam penulisan ini ialah hermeneutika sebagai sistem penafsiran (system of interpretation). Dalam hal ini hermeneutika sebagai sistem penafsiran dapat diterapkan, baik secara kolektif maupun secara personal, untuk memahami makna yang terkandung dalam suatu ayat Al-Quran. Hasil penulisan ini ialah terdapatnya beberapa ayat-ayat yang membahas tentang kepemimpinan yang terdapat dalam Al-Quran yang di tafsirkan secara maudhui atau secara tematik. Kebanyakan pendapat dari para mufassir menafsirkannya secara kontekstual dan dilihat dari asbabun nuzulnya ayat tersebut dan kebanyakan ayat Madaniah yang bisa dikatakan bahwa masalah kepemimpinan atau istilah kepemimpinan turun pada saat Nabi Muhammad saw sudah hijrah ke M...

Dimulai Dari Ke-Polosan

Sahabat??? Okee banyak orang yang berteori mengenai sahabat. Kalau aku boleh berteori, sahabat adalah seorang yang saling memotivasi, bisa menerima keadaan kita dalam hal senang dan sedih, menerima tingkah prilaku kita dan saling berbagi. Sudah lama sekali ini blog tidak saya tulis. Hmm kalo seandainya ini rumah mungkin sudah banyak sawang sawang, debu, jamuran. Hahaha. Untuk saat ini aku mulai menulis kembali yang terinspirasi dari kalian. Whattt kalian??? Yess. Kalian sahabat yang aku temukan di tempat kerja. Hmm tepatnya di sekolah. Kalian adalah orang orang yang sangattt luar biasa. Mental kalian seperti baja. Seperti tembok cina yang kokoh. Kerennn lahh pokoknya untuk kalian. :*) Mungkin saat ini kita tidak bersama lagi di tempat kerja. Tapi kita bisa ketemu di luarr kan. :'( sedihhh Hmm di tempat kerja saat ini aku belum menemukan seperti kalian yang bisa diajak gila, nerima kesongongan aku, nyanyi nyanyi berlebihan, bakal kangen sangat dengan kalian. Bakal ...

Strategi Pembelajaran Al-Quran dan Ibadah Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Oleh Amalia Safitri

Saya adalah seorang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di sebuah sekolah dasar di Ibu Kota DKI Jakarta, tepatnya di SDN Tanjung Barat 07 Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Sebelum saya mengajar di SDN Tanjung Barat 07, saya mengajar di sebuah sekolah menengah pertama yaitu SMP Garuda di daerah Jakarta Timur. Disana saya mengajar pelajaran Pendidikan Agama Islam dan pelajaran Baca Tulis Quran (BTQ). Pada kesempatan ini saya ingin membagikan pengalaman saya mengajar Pendidikan Agama Islam di SMP Garuda. Selama tiga tahun saya mengabdi sebagai pendidik disana membuat saya belajar banyak hal, seperti kesabaran dan keikhlsan. Pada perkenalan awal saya mengajar disana, saya sangat terheran karena banyak sekali peserta didik yang belum bisa membaca Al-Quran bahkan masih belum fasihnya dalam membaca surat Al-Fatihah. Dalam satu kelas hanya dua sampai lima orang yang dapat membaca Al-Quran. Setelah berjalan satu bulan saya mencoba untuk mengajak peserta didik melaksanaka...